Kamis, 10 Februari 2011

analisis kumpulan cerpen gadis bukan perawan

created by :





Kumpulan Cerpen “GADIS BUKAN PERAWAN”
Karya Jenny Ervina


Kumpulan cerpen ‘Gadis Bukan Perawan’ karya Jenny Ervina ini berisi 16 cerpen yang menceritakan tentang gambaran-gambaran atau realita kehidupan-kehidupan para buruh migran yang cukup menarik. Selain cerpen-cerpen yang bertemakan tentang buruh migran, Jenny Ervina menambahkan cerpen-cerpen bertemakan percintaan walaupun tema ini belum terlalu kuat dibandingkan cerpen yang bertemakan buruh migran.

‘Gadis Bukan Perawan’, ‘Persembahan Untuk Ina’, ‘Upik Abu Ketemu Pangeran’, ‘bukan TKW Biasa’ dan ‘Catatan Kecil Maria’ adalah cerpen-cerpen yang bertemakan tentang buruh migran dan menggambarkan realita para buruh migran Taiwan dan selebihnya adalah cerpen-cerpen yang bertemakan percintaan.

Gadis Bukan Perawan merupakan judul cerpen yang pertama yang diceritakan dalam kumpulan cerpen Jenny Ervina dan merupakan sekaligus judul dari kumpulan cerpen Jenny Ervina ini menceritakan tentang seorang wanita yang tokoh utamanya bernama Gadis. Gadis berkerja sebagai buruh migran Taiwan yang diperlakukan kasar oleh majikannya sehingga Gadis memutuskan kabur, kemudian dia ditemukan oleh pria Taiwan yang awalnya Gadis menyangka kehidupannya akan membaik setelah bertemu dengan pria tersebut. Memang Gadis diperlakukan baik, yang tadinya upik abu menjadi laksana ratu dan mampu memberikan rumah untuk orangtuanya sehingga orangtuanya bangga, akan tetapi Gadis harus membayarnya dengan harta termahalnya. Cerpen ini menggunakan alur maju mundur, yang cerita bagian pertama dibuka dengan Gadis dan suaminya yang setelah melangsungkan pernikahan kemudian dibagian tengah dilanjutkan dengan kejadian Gadis 3 tahun yang lalu ketika gadis masih menjadi buruh migran Taiwan yang menjadi bulan-bulanan kekerasan majikannya sehingga ia memutuskan kabur dan ditemukan oleh pria Taiwan yang mengambil keperawannya, kemudian pada bagian akhir dilanjutkan sambungan cerita sepasang suami istri yang setelah menikah. Alur pada cerpen ini mengandung sebab akibat, yang pada mulanya cerpen ini menceritakan sepasang suami istri yang istrinya enggan melakukan malam pertamanya karena ketidak-perwanan istri dan dilanjutkan kejadian masa lalu yang menyebabkan si istri tidak perawan. Latar pada cerpen ini yaitu suatu kamar pengantin dan latar ketika gadis menjadi buruh migran di Taiwan yaitu di rumah dan dihalaman majikan gadis, halte ketika gadis berhasil kabur dan di rumah pria yang menolong gadis. Cerpen ini menggunakan sudut pandang ketiga bahwa pengarang adalah seseorang yang serba tahu yang memegang jalan cerita ini. Gadis adalah seorang perempuan yang berbakti pada ibunya yang juga sabar akan kekerasan yang dialaminnya, suaminya yaitu Bayu memiliki sifat sabar, pengertian dan baik, jika majikan dan Pria yang menolong Gadis memiliki karakter kejam dan jahat.

Menurut saya, cerpen yang bertemakan Buruh Migran pada kumpulan cerpen cerpen ini yang paling menarik adalah cerpennya yang berjudul ‘Persembahan Untuk Ina’. Dalam cerpen ini, pengarang yang kita tahu bahwa Jenny Ervina sendiri adalah buruh Migran Taiwan dengan baik memakai sudut pandang si Kakek Tua. Sehingga pada cerpen ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Persembahan untuk Ina ini menceritakan seorang Kakek tua yang berusia 87 tahun dalam tanggalan China ini diurus oleh Ina, Ina adalah Gadis manis yang berasal dari Indonesia yang diperkerjakan sebagai perawat oleh kakek tua tersebut. Setiap hari Ina selalu mengurus Kakek tua, dari pagi hingga malam, dari membantu kakek minum obat sampai mengganti pempres yang sudah basah atau sekedar memijat kedua kaki si kakek. Kakek mengandalkan gaji pensiunnya untuk menghidupi dirinya dan Ina, karena kakek sendiri tidak suka kalau menggantungkan dirinya pada anak-anak. Sedangkan anak-anaknya meninggalkan si kakek dan lebih senang menjalani hidup mereka masing-masing. Sebenarnya kakek tua sewaktua mudanya dia orang yang berada yang sampai akhirnya istrinya meninggal dan kakekpun ikut sakit-sakitan. Sementara kekayaan yang dulu melimpah ruah perlahan-lahan di gerogoti oleh anak-anaknya. Jenny Ervina sebagai pegarang yang berperan sebagai kakek ini dengan baik. Dalam cerpen ini kita dapat menangkap perasaan yang dirasakan si Kakek terhadap Ina, perawatnya. Kakek yang merasakan kasihan terhadap Ina yang mengurusinya tanpa lelah sampai rasa bangganya yang telah memiliki perawat yang setia. Dan sampai pada akhir ceritanya bahwa kakek meninggal dunia dan menuliskan wasiat untuk Ina. Cerpen ini menggunakan alur maju mundur, yang cerita bagian pertama dibuka dengan cerita sikakek yang memperkerjakan Ina sebagai perwatnya yang setia merawatnya siang dan malam sampai ungkapan perasan saying, ketidaktegaannya pada Ina yang rela mengurusinya malam hari. Kemudian cerita dilanjutkan dengan masa lalu kakek yang pada dahulunya bahwa kakek adalah orang yang berada, orang yang mempunyai perusahaan dan sering hilir mudik ke luar negeri umtuk sekedar liburan bersama istrinya. Tetapi ketika istrinya meninggal dunia Kakekpun ikut sakit-sakitan sedangkan kekayaan yang melimpah ruah itu digerogoti anak-anaknya. Masih kepada ingatan kakek ketika Ina mendatanginya pada suatu malem untuk berbincang-bincang dan memohon kepada kakek atas larangannya agama untuk memakan daging babi. Dan pada akhirnya cerita itu ditutup dengan Kakek meninggal dunia dan memberikan wasiat kepada Ina yang berupa rumah yang diberikan untuk Ina. Latar pada cerpen ini yaitu rumah dan halaman si kakek,sedangkan diakhir cerita latar pada cerpen ini adalh rumah sakit karena pada cerita ini si Kakek dirawat di rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia. Penokohan dalam cepen ini adalah Kakek yang mempunyai hati yng besar, baik, pengertian kepada perawatnya, tahu arti rasa terima kasih, tidak-tegaan. Sedangkan Ina adalah perawat yang setia, patuh dan sabar.

Dalam cerpen ‘Persembahan Untuk Ina’ saya lebih dapat membuka mata, dari segi kekaguman kepada si pengarang yaitu Jenny Ervina yang dengan baik menggunakan sudut pandang si Kakek yang kita tahu bahwa Jenny adalah buruh migran berasal dari Indonesia dan merasa puas akan cerpen ini berbeda dengan cerpen yang lain, yang ceitanya sedikit menggantung. Setelah saya membaca kumpulan cerpen ini, saya bisa melihat bahwa tidak gampang menjadi buruh migran, karena sebelum dikirimnya keluar negeri TKW juga sebelum itu harus memiliki pelajaran sebagai bekal menjadi buruh migrant atau TKW seperti yang diceritakan pada cerpen ‘Bukan TKW Biasa’, belum lagi jika mendapati majikan yang galak dan ringan tangan seperti pada cerpen ‘Gadis Bukan Perawan’ dan ‘Upik Abu Ketemu Pangeran’

Cerpen Upik abu ketemu pangeran salah satu cerpennya juga yang menceritakan tentang seorang pembantu yang jatuh cinta kepada dokter yang menangani majikannya. Tokoh utama pada cerpen ini adalah Lily yaitu seorang pembantu yang bekerja sebagai perawat Ama. Lily adalah sosok yang sabar sebagai perawat dan dia suka kepada dokter yang merawat Ama. Sungguh realitanya Jenny Ervina menyusun cerpen ini, bukankah ini salah satu angan-angan kebanyakan para buruh migran yang mengharapkan kehidupannya mengalami perubahan. Sudut pandang pada cerpen ini memakai sudut pandang pertama yaitu pengarang berperan sebagai “aku” yaitu Lily pemeram utama pada cerpen ini. Cerpen ini menggunakan cerpen alur maju, tidak ada flashback. Cerpen ini dimulai ketika Lily yang sebagai perawat Ama ditugaskan untuk mengantarkan Ama kerumah sakit untuk menjalani terapi kakinya Ama yang sedang sakit. Kemudian dilanjutkan dengan perbincangan Lily dengan seorang dokter yang Lily sukai. Masalah pada cerpen ini ketika Lily yang lupa membawa tongkatnya ama sehingga tongkat tertinggal dirumah sakit. Dan itu yang membuat Lily dimarahi oleh majikan-majikannya tetapi seling kemudian sang dokter datang kerumah Ama dengan membawakan tongkat Ama yang teringgal dan karena itu pertemuan Lily dan si Dokter terjalin. Dan pada akhir cerpen ini yaitu ketika si dokter melamar Lily untuk menjadi istrinya.

Dalam cerpen ini selain bertemakan buruh Migran, masih ada cerpen yang di tulis Jenny Ervina yang bertemakan percintaan walaupun tidak terlalu kuat menarik dibandingkan cerpen yang betemakan buruh migran, tetapi dalam cerpen yang bertemakan percintaan yang paling menarik adalah cerpen yang berjudul Karena tuhan mencintaiku, sebenarnya cerpen percintaannya hampir sama dengan cerpen yang bertemakan percintaan lainnya dan walaupun cerpen ini menggantung tetapi lebih nyata, dan si pembaca lebih dapat pesan yang terkandung didalamnya dari pada cerpen yang judulnya ‘Jerawat’, ‘Korban Mode’ an My Broken Vday. Cerpen ‘karena Tuhan Mencintaiku’ ini menceritakan sesorang pemuda yang mempunyai penyakit HIV/AIDS yang putus asa, dan dikucilkan banyak orang. Dan akhirnya memutuskan mengasingkan diri dan bukan untuk teraphy yang dianjurkan dokter. Cerpen ini juga menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu pengarang berperan sebagai tokoh aku yang bernama Andhika. Puncak cerita pada cerpen ini bermulai ketika si tokoh utama sedang dipuncak putus asanya kemudian bertemu Diana, gadis yang sederhana yang membuat putus asa andhika bangkit menjadi semangat baru ketika Diana mengatakan bahwa Diana suka pada Andhika. Dan pada akhir cerita ini Andhika bersemangat untuk teraphy tetapi virus HIV itu semakin menyakitkan dan akhirnya Andhikapun meninggal.

Pengarang pada cerpen ini mengangkat sebuah cerita realita kehidupan dan angan-angan atau imajinasi para buruh Migran. Karena itu saya menggunakan pendekatan analistis. Pendekatan analisitis adalah suatu pendekatan yang berusaha memahami gagasan, cara pengarang menampilkan gagasan, atau mengimajinasikan ide-idenya, sikap pengarang dalam menampilkan gagasannya, elemen instinsiknya dan mekanisme hubungan dari setiap elemen intrinsic itu sehingga membangun adanya keselarasan dan kesatuan dalam rangka membangun totalitas bentuk dan totalitas makna.

Dilihat dari segi penceritaan, penyampaian gagasan dan imajinasi setiap cerpennya hampir sama, sehingga jelas sekali bahwa keadaan sosial dan lingkungan sekitar itu mempengaruhi tulisan sebuah karya sastrawan. Di lihat dari unsur instinsik pada cerpen ini yang paling kuat yaitu yang bertemakan kehidupan buruh migran, kita bisa ambil suatu pesan dari cepen-cerpen ini bahwa kita jangan menyepelekan pekerjaan sebagai buruh migran walaupun notabennya itu sebagai pembantu rumah tangga. Buruh migran pun sama menginginkan ada perubahan dalam dirinya, seperti halnya dengan kita yang berkerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Dan tidaklah mudah untuk menjadi buruh migran. Buruh migran sebelum tahap dipekerjakan itu harus memenuhi syarat kemampuan dalam berkerja sampai dalam bebahasa. Bukankan itu tidak mudah. Apalagi jika mendapati majikan yang jahat yang ringan tangan. Secara umum saya dapat ambil kesimpulan bahwa cerpen ini menarik, dan sayapun kagum dengan pengarangnya yaitu Jenny Ervina yang hobby menulisnya sehingga dapat menghasilkan sebuah karya seperti ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar